Jumat, 04 Januari 2013

Naskah Rekaman

NASKAH REKAMAN
TENTANG IMAN KEPADA HARI KIAMAT
Assalammu’alaikum Wr.Wb.
Selamat pagi anak – anak?
Pada sesi pertemuan kali ini, ibu akan menjelaskan pelajaran tentang beriman kepada hari kiamat melalui sebuah dialog percakapan. Nah, nanti anak – anak diharap mendengarkan secara saksama, lalu catatlah hal – hal yang penting dan pokok, serta catatan harus jelas dan rapi loh. Setelah itu, catatan kaliyan silahkan dikumpulkan kepada ketua kelas!
Dan marilah kita simak percakapan mereka. Selamat mendengarkan !
Pada suatu sore yang sangat cerah, seorang ayah, ali dan ahmad sedang duduk bersantai di teras rumah. Anaknya ingin bertanya kepada ayahnya tentang iman kepada hari kiamat.
Ahmad   : “Ayah, sore ini sungguh cerah sekali ya???? Tidak seperti biasanya yang selalu mendung.”
Ayah      : “Iya nak, Alhamdulillah ya. Kita harus bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikannya.”
Ahmad   : “Iya yah, ahmad sangat bersyukur sekali. Kalau ingat musibah di kalasan kemarin sungguh mengerikan. Mengapa tidak, ada angin puting beliung yang memporak porandakan semua rumah dan pohon – pohon. Mengerikan yah.”
Ali          : “Iya yah, ali juga bersyukur,tapi ali juga takut yah kalau kalau kita mengalami musibah begitu.”
Ayah      : “Iya, ayah juga merasakan begitu. Tapi kita tidak perlu takut dan panik begitu. Karena Allah selalu bersama kita, dan selalu melindungi umatnya yang beriman. Jadi, kaliyan mau kan jadi orang yang beriman?”
Ahmad   : “Oooya pasti yah, ahmad mau banget jadi orang yang beriman. Agar ahmad dilindungi Allah SWT.”
Ali          : “Ali juga yah, akan meningkatkan keimanan ali kepada Allah SWT. Insya Allah.”
Ayah        : “Wauh hebat itu… ini baru anak ayah.”
Ahmad     : “Iya dung yah, kalau bukan anak ayah lalu anak siapa dung yah?” (Hehhehe gurauan ahmad)
Ali            :”Yah, andi mau nanya nih, dirukun iman yang kelima itukan iman kepada hari kiamat. Nah, kapan ya datangnya hari kiamat itu?”
Ayah        : (mendengar pertanyaan ali ayah tersenyum sebentar lalu menjawab) “nak, hari kiamat itu pasti akan datang, tetapi semua manusia di dunia ini tidak akan pernah ada yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Karena Hari kiamat itu rahasia dari Allah, hanya Allah yang tahu kapan waktu datangnya hari kiamat itu.”
Ali            : “Ooo begitu, tapi yah. Kalau itu jadi rahasia Allah kenapa manusia diberitahu tentang adanya hari kiamat? Kan itu bikin penasaran yah?”
Ayah        : (ayah tersenyum lagi) “tujuan Allah memberitahukan tentang adanya hari kiamat itu, agar manusia mau beriman kepada hari kiamat itu. Lalu, setelah  manusia beriman. Diharapkan mereka dapat mempelajari tentang hari kiamat, sehingga mereka siap menyambut hari kiamat kapan saja.”
Ahmad     : “Memangnya beriman kepada hari kiamat itu maksudnya apa to yah?”
Ayah        : “Beriman kepada hari kiamat itu artinya kita mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa sesudah alam yang kita tempuh ini, ada lagi alam yang kedua, di mana pada alam kedua inilah Allah SWT memberikan balasan baik kepada orang yang berbuat kebaikan dan beramal shaleh dan memberikan siksaan kepada orang yang berbuat jahat, dan melanggar larangan Allah SWT.nah, kaliyan percaya tidak dengan hari kiamat itu?
Ahmad    : “Iya percaya dung yah, kan ahmad anak yang beriman.”
Ali            :”Ali juga percaya yah. Lalu, selain pengertiannya, kita harus mempelajari apa lagi yah?”
Ayah        : “Ya masih banyak lagi nak, seperti nama – nama lain hari kiamat, macam – macam hari kiamat, tanda – tandanya, dan yang paling penting, kita harus dapat mengambil hikmahnya dari beriman kepada hari kiamat itu.”
Ahmad     : “Wauh ahmad  jadi ingin tahu tentang itu semua yah, ayah mau tidak menjelaskan itu semua?”
Ali            :”Tapi ayah tahu tidak tentang penjelasannya?”(sambil tersenyum)
Ayah        :“Wuah, jangan salah kamu li. Begini – begini ayah dulu santri  yang rajin, selalu mendengarkan apa yang dijelaskan ustad kepada ayah. Jadi, ya sedikit – sedikit ayah ingatlah.”
Ali            :”Wuah ayah hebat, maaf ya yah..”
Ahmad     :”Lalu penjelasannya apa yah?”
Ayah        :” Iya iya,,, ayah maafkan. Ya sudah ayah jelaskan sekarang.”
Ali            : (tiba – tiba ali berdiri) sebentar yah, ali mau ambil bolpoin dan buku dulu, biar besok saat ditanya oleh bu guru ali bisa yah. Sebentar ya yah, ali ambil dulu.kamu mau ambil buku juga gak mad?”
Ahmad     :”Ooh iya, aku lupa kak, ya sudah. Kita ambil buku dan bolpoin dulu ya yah.”
Ayah        :”Ooya sudah sana, ayah kira ada apa. Iya, pelan – pelan saja tidak usah lari.”
Mereka     :”Iya yah” (jawab ahmad dan ali bersamaan dan sambil berjalan cepat menuju kamar mereka.)
Sesaat kemudian ahmad dan Ali telah kembali diteras rumah, mereka telah membawa buku dan bolpoinnya. Dan mereka telah siap mendengarkan ayahnya dan siap untuk mencatat yang dikiranya sangat penting.
Ayah        : “Bagaimana? Apa kaliyan sudah siap anak - anak?”
Ahmad            : “Oo ya jelas yah. Kami sudah siap sekarang.”
Ali            :” Tapi pelan – pelan saja ya yah, biar kami bisa memahami dan mencatat hal – hal yang penting.”
Ayah        : “Iya, ayah mengerti itu. Dengarkan ya! Hitungan ketiga ayah mulai..”
Ahmad     : “Wuah ayah, sudah seperti lomba lari saja pakai hitungan.”
Ali            :”Iya ni ayah. Kapan mulainya yah? (ali mulai nampak tidak sabar, melihat hal itu ayah lalu mulai menjelaskan)
Ayah        : “Ya, begini.. hari kiamat itu tidak hanya memliki satu nama saja. Tetapi masih ada yang lain. Seperti Yaumul akhir, artinya hari yang terakkhir, Yaumul qiyamah artinya hari penghancuran, Yaumul hasrah, artinya hari penyesalan, Yaumul ba’ats artinya hari kebangkitan, dan Yaumul hisab artinya hari perhitungan. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi Cuma ini yang ayah ingat. Coba nanti kaliyan lihat lagi ya di modul atau LKS kaliyan!”
Mereka     : “Iya yah, nanti kami lihat lagi deh.”( jawab mereka bersamaan)
Ayah        : “Nah, selanjutnya tentang macam – macam hari kiamat itu ada dua nak, coba ayah Tanya, dua macam itu apa saja?”
Ahmad     :” Ehm, menurut ahmad kiamat besar dan kecil yah. Benar tidak  yah?”
Ali            :”Kalau menurut ali kiamat kubro dan sugro yah.”
Ayah        : “Wuah, hebat anak – anak ayah. Iya benar sekali. Kiamat besar dan kiamat kecil, atau bisa disebut juga kiamat kubro dan sugro. Kiamat kubro atau kiamat besar artinya hari hancurnya alam semesta. Sedangkan kiamat sugro yaitu hari kematian seseorang.”
Ahmad     : “Berarti secara tidak sadar kiamat itu telah datang yaw yah?”
Ayah        : “Iya, sesungguhnya kiamat itu sudah datang, sudah dari dulu malah. Tapi, itu kiamat sugro. Kiamat kubro, hanya Allah yang tahu. Nah, Allah itu Maha Pengasih mad, buktinya Allah memberikan tanda – tandanya sebelum kiamat datang.”
Ahmad     : “Oo..ada tanda – tandanya juga yah. Itu apa saja yah?”
Ayah        :“Tanda – tandanya itu meliputi  matahari terbit dari sebelah barat, munculnya binatang ajaib yang dapat berbicara dengan manusia, Keluarnya imam mahdi, Keluarnya al-masih dajjal,Turunnya nabi isa as, Keluarnya bangsa ya’juj dan ma’juj, Keluarnya asap (dukhan), dan Terpecahnya atau terbelahnya bulan.”
Ali            :”Wuah mengerikan sekali ya yah? Ahmad tidak bisa membayangkan itu semua deh. Musibah angin puting beliung kemarin di kalasan saja dan dahsyat begitu, apalagi kiamat datang. Ya Allah, Engkau sungguh Maha Besar dan Maha Kuasa.”
Ayah        :”Iya li, pasti kiamat itu akan lebih dahsyat lagi dari musibah tsunami aceh, merapi meletus, dan musibah lainnya. Karena itu, kita harus dapat mengambil hikmah dari beriman kepada Allah, agar kita tenang dan damai dalam menjalani hidup di dunia dan di akhirat.”
Ali            :”Iya yah, lalu hikmah yang harus kita ambil apa saja yah?”
Ayah        :”Coba menurut kaliyan hikmahnya apa saja? Kan tadi kaliyan sudah mendengarkan penjelasan ayah to?”
Ahmad     :”Iya yah, ahmad  sudah dapat memahami penjelasan ayah tadi kok.”
Ali            :”Ali juga sudah sedikit mengerti yah.”
Ayah        :”Nah, kalau begitu coba sebutkan hikmahnya apa saja? Yang  kaliyan ketahui saja, nanti ayah lengkapi!”
Ali       :”Ehm, apa ya yah? Ali jadi bingung. Oiya, mendorong kita untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.”
Ayah        :” Iya, pintar sekali. Itu salah satunya li. Nah, selain itu ada lagi tidak mad?”
Ahmad     : “Apa ya yah? Menurut ahmad berusaha menjadi manusia yang baik selama hidup di dunia yah.”
Ayah        :”Memang ya anak ayah ini pintar – pintar semua. Sudah mengerti hikmah apa saja yang dapat kita ambil dari beriman kepada hari kiamat itu. Dan ayah mau menambahkan sedikit lagi hikmahnya,bolehkan?”
Mereka     :”Ya boleh dung yah.”(Secara Bersamaan)
Ali            :”Apa itu yah?”
Ayah        :”Yaitu menyadarkan kita sebagai manusia bahwa hari akhir sebagai kehidupan yang hakiki bagi kita, menyadarkan manusia bahwa kehidupan di hari akhir adalah tujuan setiap manusia yang hidup di dunia ini, dan menjadikan kita bersikap hati – hati dalam hidup di dunia, sehingga kita akan selalu taat kepada petunjuk – petunjuk agama dan membatasi diri terhadap kesenangan hidup di dunia. Nah, cukup sekian ya penjelasan dari ayah. Semoga dengan ini kita akan bisa lebih meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.”
Mereka     : “Amin….”
Tidak terasa sore mulai petang, sayup – sayup adzan maghrib sudah mulai terdengar nyaring. Lalu, ayah,Ali, dan Ahmad segera bergegas untuk menuju masjid.
Ayah      : “Wuah, ternyata sudah maghrib. Ayo anak - anak kita segera ke masjid, biar tidak ketinggalan sholat berjamaahnya.”
Mereka   :” Iya yah…..”(Secara bersama)
Nah, demikian percakapan antara ayah, ali, dan ahmad. lalu, ibu punya sedikit kata – kata motivasi untuk kaliyan, dengarkan ya anak – anakku. Dari umar Bin Khatab, “bahwa kami menemukan kebahagiaan hidup bersama kesabaran. Dan Alangkah bahagianya hidup bila kita selalu dan setiap saat berbuat baik,serta orang yang beriman kepada Allah dan mewujudkan keimanan tersebut dalam amal mereka adalah orang yang bahagia di dalam hidup.”jadi, kita sebagai orang muslim haruslah selalu sabar bila ingin mendapatkan kebahagiaan,selalu berbuat baik setiap saat, karena orang yang sabar dan berbuat baik akan mendapatkan barokah dari Allah SWT, serta orang yang beriman kepada Allah SWT, dan mewujudkan keimanan tersebut dalam kehidupan sehari – hari merupakan orang yang bahagia di dalam hidupnya. Semoga anak – anakku sekalian dapat mengambil hikmah dari percakapan tersebut, dan bisa menambah pengetahuan kalian tentang beriman kepada hari kiamat.
 Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate